Kamis, 15 Mei 2008

LASIK, tindakan canggih untuk mata minus

OCULUS REPARO…! Itulah mantra yang diucapkan oleh Hermione dan seketika penglihatan Harry Potter menjadi jelas tanpa kacamatanya.


Penglihatan yang normal merupakan dambaan semua orang, namun pada kenyataannya banyak orang yang mengalami gangguan penglihatan dan harus dibantu dengan kacamata untuk dapat melihat dengan jelas.


Pada umumnya gangguan yang timbul adalah rabun jauh yang harus dikoreksi dengan kacamata minus. Semakin berat gangguan penglihatan, maka kacamatapun akan semakin tebal dan ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengganggu aktifitas sehari-hari karena beratnya.
Untuk para selebritis yang selalu harus tampil didepan umum, kacamata minus ini dapat mengganggu penampilan sehingga mereka memakai lensa kontak sebagai penggantinya.

Dengan teknologi canggih, kini orang yang memakai kacamata minus tebal bisa terbebas dari kacamata dan lensa kontak yaitu dengan LASIK.
LASIK ( Laser ASsisted In-situ Keratomielusis ), adalah suatu tindakan untuk merubah bentuk kelengkungan kornea dengan sinar Laser sehingga bisa mengoreksi rabun jauh.

LASIK generasi pertama diperkenalkan 10 tahun yang lalu dan dilakukan dengan cara membuka lapisan kornea paling luar dengan pisau yang sangat halus, kemudian dilakukan penyinaran dengan Laser pada sebagian lapisan kornea kornea dibawahnya.
Setelah prosedur selesai, lapisan kornea paling luar dikembalikan pada posisi semula. Karena ada bagian kornea yang “ dikupas “ maka pada prosedur ini dapat timbul komplikasi akibat pengupasan lapisan kornea yang kurang tepat, penempatan kembali lapisan kornea tidak pada
tempatnya atau lapisan tersebut bergeser karena tergosok oleh pasien.



Saat ini telah ditemukan LASIK yang lebih canggih yaitu iLASIK ( intralase LASIK ). Tindakan ini telah disetujui pada tahun 2007 oleh Badan Nasional Ruang Angkasa Amerika ( NASA ) dan dilakukan pada pilot pesawat tempur Amerika. Pada iLASIK pengupasan lapisan kornea dilakukan dengan bantuan sinar Laser sehingga didapatkan presisi yang sangat tinggi dan memberikan hasil yang lebih akurat.



Tidak semua pemakai kacamata tebal dapat menjalani tindakan ini, penderita dengan kelainan lapisan kornea, glaukoma, mata kering tidak dianjurkan untuk dilakukan tindakan Lasik.
Adapun syarat untuk dapat menjalani tindakan Lasik antara lain, umur diatas 18 tahun, tidak terdapat perubahan ukuran kacamata minimal dalam 6 bulan, tidak sedang hamil, tidak sedang menderita kencing manis yang tidak terkontrol.

Tindakan Lasik pada umumnya dilakukan bersamaan pada kedua mata.
Keluhan yang sering timbul setelah tindakan ini antara lain, mata pedih, berair, seperti ada pasir dan berkabut yang akan hilang secara berangsur-angsur.
Tindakan Lasik ini dilakukan dengan bius lokal/tetes dan hanya memerlukan waktu 15 sampai 30 men
it !


Dalam 1 sampai 6 jam hasilnya akan segera terlihat dan pasien tidak perlu memakai kacamata lagi…OCULUS REPARO !


Hidajat Nerviadi Iksan, Bogor Medical Center dan
RS Karya Bhakti Bogor

Rabu, 14 Mei 2008

OPERASI KATARAK, perkembangannya dari masa ke masa

Katarak adalah kekeruhan pada lensa yang semula jernih/transparan akibat berbagai sebab antara lain : proses degenerasi, kelainan bawaan, penyakit sistemik atau trauma.
Lensa adalah salah satu bagian dari bola mata yang terdiri dari kapsul/kulit dan inti , berfungsi untuk menyalurkan sinar yang masuk dari luar ke dalam bola mata yang selanjutnya akan diolah oleh saraf mata.


Apapun penyebabnya, lensa yang sudah keruh ini harus dibuang dengan cara operasi karena dapat menimbulkan berbagai komplikasi dan menimbulkan kebutaan.
Sejak ribuan tahun yang lalu, penyakit katarak ini telah diketahui oleh ahli-ahli kesehatan pada jaman itu, bahkan nama katarak ( cataract dalam bahasa inggris ) adalah berasal dari bahasa Yunani yaitu kataraktes .
Seorang tabib Yunani bernama Galenus dilaporkan telah melakukan operasi katarak dengan cara mengeluarkan lensa yang telah keruh tersebut. Bahkan ada tabib lain yang melakukannya dengan “ menenggelamkan “ lensa yang keruh kedalam bola mata ( corpus vitreus ) sehingga pasien dapat melihat kembali walaupun dengan jarak yang tidak terlalu jauh.

METODE.
Dengan perkembangan jaman dan bertambahnya pengetahuan maka didapatkan berbagai metode operasi katarak.
Metode pertama di abad ke 20 adalah Intra Capsular Cataract Extraction, yaitu metode operasi katarak dengan mengeluarkan seluruh bagian lensa ( kapsul dan intinya ).
Metode ini sekarang sudah ditinggalkan karena pasien harus memakai kacamata yang sangat tebal, menimbulkan banyak komplikasi dan hanya dilakukan pada keadaan terjadi katarak karena trauma.

Metode kedua adalah Extra Capsular Cataract Extraction, yaitu metode operasi dengan cara mengeluarkan inti lensa secara utuh dan meninggalkan kapsul bagian belakang. Metode ini dilakukan dengan ditemukannya alat untuk menghisap sisa-sisa lensa yang tertinggal, sehingga dapat dilakukan dengan sayatan kornea yang kecil.
Metode ini sampai sekarang masih banyak dilakukan dengan berbagai modifikasi.


Dengan ditemukannya Lensa Intra Okular ( Intra Ocular Lens ), metode operasi ini menjadikan pemasangan Lensa intra okular menjadi lebih mudah dan cepat.


Metode ketiga adalah Phacoemulsifier ( fakoemulsifikasi ), yaitu metode terbaru dan tercanggih saat ini walaupun sudah dilakukan pada 2 dekade yang lalu namun selalu ditingkatkan kecanggihannya.


Operasi katarak dengan metode ini dilakukan dengan cara menghancurkan inti lensa yang telah keruh dengan cara manual maupun emulsifikasi sehingga lensa menjadi partikel partikel yang sangat halus kemudian dihisap dan dikeluarkan.
Karena kecanggihannya, maka alat-alat yang digunakanpun sangat kecil, sehingga sayatan yang dilakukan pada korneapun juga kecil.
Dengan metode ini pasien menjadi lebih nyaman dan penyembuhan juga lebih cepat, namun masih ada kendala biaya karena operasi dengan metode ini jauh lebih mahal, dan belum semua Rumah Sakit mempunyai alat ini karena mahalnya.
Karena ketidak tahuan atau sudah salah kaprah, maka metode ini sering disebut oleh pasien dengan metode LASER , padahal tidak ada sinar Laser yang digunakan untuk operasi dengan metode ini.
PEMBIUSAN.
Operasi katarak pada umumnya dilakukan dengan pembiusan lokal, kecuali pada bayi, anak-anak atau dewasa yang tidak kooperatif.
Metode pembiusan lokalpun berubah dengan perkembangan jaman.
Dahulu pembiusan pembiusan lokal dilakukan dengan menyuntikan cairan anastesi dibelakang bola mata, kemudian berkembang dengan penyuntikan disekitar bola mata atau dibawah selaput bola mata.
Saat ini telah dilakukan metode pembiusan dengan penetesan cairan bius di kornea mata, namun perlu beberapa kali penetesan karena waktu kerja obat yang singkat.

LAMA OPERASI dan WAKTU PENYEMBUHAN.
Dengan semakin pesatnya perkembangan alat dan teknologi operasi katarak, waktu operasipun bertambah singkat, dahulu operasi katarak dapat memakan waktu 1 jam, saat ini dengan alat-alat yang canggih operasi katarak dapat diselesaikan rata-rata dalam 15 sampai 20 menit saja.
Dahulu setelah operasi katarak, pasien diharuskan rawat di Rumah Sakit, selama 1 bulan tidak boleh banyak bergerak, mata terasa mengganjal selama beberapa bulan karena besarnya benang untuk menjahit kornea.
Saat ini setelah operasi pasien dapat segera pulang, namun aktifitas tetap dibatasi, terutama dilarang kena air dan membungkukkan badan kurang lebih dalam waktu 1 minggu.
Pasien dapat segera beraktifitas dan lebih merasa nyaman karena, luka operasi semakin kecil, benang untuk menjahit luka operasi semakin halus, lebih halus dari rambut sehingga sulit untuk dilihat. Bahkan pada operasi dengan metode operasi terbaru, luka operasi sangat kecil sehingga tidak memerlukan penjahitan.

Perkembangan teknik operasi katarak semakin pesat, namun diikuti pula dengan semakin mahalnya biaya operasi, karena mahalnya peralatan.
Untuk itu metode Extra Capsular Cataract Extraction masih dilakukan sampai saat ini karena tidak memerlukan peralatan yang sangat canggih namun tetap dapat memberikan hasil yang cukup baik dan bagi yang mampu dapat memilih metode Phacoemulsifier.
Hidajat Nerviadi Iksan, Bogor Medical Center dan
RS Karya Bhakti Bogor